Langsung ke konten utama

Makhluk Rendahan

Setelah sekian pekan tidak hujan, malam itu turun hujan tidak terlalu deras. Aku meraih handphone yang kuletakkan di lemari, kemudian berjalan menuju sofa terdekat.

Sambil memandangi hujan, aku terduduk membuka kata sandi handphone-ku. Tujuan awalku adalah untuk menyiram tanaman di salah satu aplikasi belanja online. Namun kemudian, aku tak sengaja membuka status teman seangkatan di WA.

"Hmm, ada yang mengunggah foto/video dirinya berbingkaikan universitas pilihannya di IG." Gumamku dalam batin.

 

Aku penasaran! Andaikan ada mahasiswa yang tidak punya IG----seperti aku---apakah mahasiswa tersebut dipaksa untuk mengunggah juga. Rasanya tidak juga, eh, tapi mungkin juga ya. Hmmm... sulit untuk kusimpulkan sendiri. Mungkin kesimpulan yang paling tempat adalah tergatung dosen/petinggi universitas tersebut. Tapi, sebenarnya aku tidak pantas membicarakan ini, hanya saja untuk sampingan mengisi waktu sambil mendengarkan hujan.

"Huh, ya. Manusia rendahan sepertiku---yang belum mendapatkan sekolah lanjutan---memang tidak pantas membicarakan hal ini." Simpulanku dalam hati.

 

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk menenangkan diri. Ini adalah keputusan terbaikku. Sesaat setelah itu, aku berdiri dari sofa melangkah menuju lemari untuk menaruh handphone . Setelah itu, aku menengguk 1 pil obat tidur. Aku berbaring dan tertidur.

-Dimastafta (2020)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Sebuah Catatan Perjalanan Seseorang yang Lulus Tahun 2020

  EPISODE 一 AWAL YANG MENYEDIHKAN   "H UH. Kenapa jadi begini?" Dengusanku dengan nada sedih campur sebal tersebut keluar sesaat setelah aku melihat pengumuman resmi salah satu perguruan tinggi kedinasan tentang moratorium. Sesaat hatiku terasa sakit mengetahui hal tersebut. Karena sudah sejak kelas 11 SMA aku menginginkan, sebenarnya bukan aku tetapi Ibuku. Beliau menginginkanku ー sebagai anak sulung, laki pula, harus langsung kerja setelah pendidikan ー untuk masuk ke salah satu kedinasan tersebut, aku tanpa ragu juga menyetujuinya. Karena sudah sepatutnya sebagai anak harus berbakti selama tidak disuruh melakukan perbuatan tercela. Saat kelas 11 SMA awal Beliau sudah mencari info tentang tempat les yang nantinya untuk memudahkan tes masuk sekolah kedinasan tersebut. Setelah naik kelas 12 aku langsung didaftarkan oleh Ibuku. Aku juga mengikuti perintah Ibu walaupun harus pulang-pergi antarkota, tapi demi masa depan aku senang menjalaninya. Tibalah hari menjelang pe...

Kebahagian adalah?

幸せとは "Apakah itu artinya  kebahagian ?" Tanya dia. "Entahlah, aku juga tidak mengerti apa yang kamu katakan barusan." Jawabku dengan menaikkan salah satu alis. "Yaudah yuk cari artinya di KBBI." Ajak dia. "Jadi, kamu percaya pengertian  kebahagian  dari KBBI?!" Aku bertanya dengan nada agak tinggi. "Ya sebenarnya definisi yang kudapat dari KBBI cuma buat di kuliah aja sih. Aku lebih suka memilih definisi  bahagia  dari dalam hatiku." Jawab dia. "Aku juga setuju, tetapi apapun definisi  kebahagiaan  dari dalam hatimu. Kamu harus tetap  SEMANGAT  menjalani hidup ya!" Balasku dengan agak semangat. -Dimastafta (2020)