Langsung ke konten utama

Postingan

Pembalasan Dendam Terbaik

Aku Trauma Jatuh Cinta Betapa naifnya diriku ini, menyangka bahwa setelah lulus SMA kehidupanku akan tetap bahagia. Namun, ternyata tidak seperti itu. “Maaf, ya, mulai sekarang kamu nggak perlu lagi bantuin aku nugas, ya. Terima kasih untuk semua.” Erna berkata demikian, lantas pergi dari hadapanku. Sehari sebelumnya, dia kukasih kabar bahwa aku gagal lolos menjadi taruna AAL. Maka, aku berpikir bahwa itulah yang menyebabkan dia meninggalkanku. Sejak saat itulah, kita sepakat untuk lost contact. *** “Eh, Vin. Lo mau denger sesuatu nggak?” Reza tiba-tiba nyeletuk di tengah permainan UNO kami. Aku menatapnya penasaran. “Sesuatu apaan, Za?” “Itu… tentang Erna,” aku membulatkan mataku, lantas aku buru-buru memainkan kartu karena sudah giliranku main. “Eh? Tolong, apa, Za?” Aku meminta dengan sopan. “Jadi gini… Gue kemarin sore mampir ke Starbucks. Niat awal gue, gue tuh mau take away. Tapi berhubung gue gak sengaja ngelihat ada Erna, akhirnya gue dine in , deh. Gue duduk membelakangi me...
Postingan terbaru

Hanya Sebuah Catatan Perjalanan Seseorang yang Lulus Tahun 2020

  EPISODE 一 AWAL YANG MENYEDIHKAN   "H UH. Kenapa jadi begini?" Dengusanku dengan nada sedih campur sebal tersebut keluar sesaat setelah aku melihat pengumuman resmi salah satu perguruan tinggi kedinasan tentang moratorium. Sesaat hatiku terasa sakit mengetahui hal tersebut. Karena sudah sejak kelas 11 SMA aku menginginkan, sebenarnya bukan aku tetapi Ibuku. Beliau menginginkanku ー sebagai anak sulung, laki pula, harus langsung kerja setelah pendidikan ー untuk masuk ke salah satu kedinasan tersebut, aku tanpa ragu juga menyetujuinya. Karena sudah sepatutnya sebagai anak harus berbakti selama tidak disuruh melakukan perbuatan tercela. Saat kelas 11 SMA awal Beliau sudah mencari info tentang tempat les yang nantinya untuk memudahkan tes masuk sekolah kedinasan tersebut. Setelah naik kelas 12 aku langsung didaftarkan oleh Ibuku. Aku juga mengikuti perintah Ibu walaupun harus pulang-pergi antarkota, tapi demi masa depan aku senang menjalaninya. Tibalah hari menjelang pe...